Pemetaan 7 Aset SMP Negeri 12 Bandung pada Project Penguatan Profil Pelajar Pancasila 

Oleh: Titin Supriyatin-Calon Guru Penggerak (CGP) Angkatan 4 Kota Bandung

SMP Negeri 12 Bandung terletak di Jl. Doktor Setiabudi Nomor 195 di wilayah utara kota Bandung. Sekolah ini terletak di kawasan strategis ;  dekat dengan pemukiman penduduk,  beberapa lembaga pendidikan, tempat ibadah,  sarana kesehatan,  pasar tradisional, Swalayan,  Jalan Raya,  banyak terdapat Cafe dan tempat kuliner lainnya, koramil, dan polsek.  Sekolah ini memiliki kondisi yang nyaman dari sisi lingkungan, udara masih segar, banyak pepohonan, memiliki taman depan sekaligus area parkir, juga memiliki taman belakang yang difungsikan sebagai taman apresiasi dan pusat literasi.  

Meskipun sekolah ini terletak di depan Jalan Utama Jl. DR Setiabudi namun kondisi pembelajaran tetap kondusif karena posisi kelas agak jauh dari jalan raya sehingga tidak menimbulkan kebisingan yang mengganggu proses pembelajaran.  Dengan kondisi ini SMPN 12 Bandung berpeluang membuat program-program unggulan yang bisa memanfaatkan potensi lingkungan, aspek sosial, politik, Agama, Budaya, yang memungkinkan terjadinya kerjasama dengan banyak Stakeholder dengan mengoptimalkan modal manusia unggul dan modal finansial di sekolah. 

Sebagai salah satu sekolah penggerak di kota Bandung, SMPN 12 Bandung mengembangkan pembelajaran Berbasis Project yang terintegrasi mata pelajaran, salah satunya Project Kewirausahaan dengan bertajuk, “Membangun Ketahanan Pangan dan Ekonomi Keluarga”. Project ini dilaksanakan untuk mengembangkan life skill dan mengembangkan Profil Pelajar Pancasila khususnya Gotong Royong, kemandirian dan bernalar kritis. Project ini sukses dilaksanakan karena adanya kolaborasi antar guru mata pelajaran.  Guru-guru di SMPN 12 sudah bisa melakukan kolaborasi untuk mencapai tujuan yang sama. Dengan kolaborasi ini tentunya membuat pembelajaran lebih bermakna dan menyenangkan karena murid hanya fokus pada satu tugas project. Dengan menyelesaikan satu tugas ini, murid sudah menyelesaikan 7 tugas mata pelajaran. Bagi saya ini unik, karena guru-guru sudah berhasil menurunkan ego masing-masing mata pelajaran dan membuka diri untuk melakukan perubahan baru. 

Selain faktor guru, hal yang membuat berhasilnya project ini adalah peran serta /keterlibatan orangtua murid dalam proses pembelajaran. Dengan adanya tugas berdiskusi dengan orangtua tentang kebutuhan pangan di keluarga dan potensi menanam di rumah. Murid dilatih untuk mengkomunikasikan masalah dengan orangtua dan membuat kesepakatan tentang jenis pangan yang akan ditanam. 

Dukungan orangtua juga ditunjukkan dengan mengisi survei kesiapan sarana dan prasarana di rumah untuk menanam dan melakukan pengamatan secara mandiri.  Modal finansial pun bermain disini. Murid dilatih kreatif dengan modal yang sekecil mungkin bisa menghasilkan hasil panen yang bernilai jual tinggi walaupun hasil panen boleh dimanfaatkan untuk kebutuhan pangan di rumah sendiri, berbagi dengan orang lain, maupun dijual kembali untuk menghasilkan keuntungan bagi keluarga itu sendiri. 

Pada masa itu, karena masih kondisi pandemik tugas project dilakukan secara mandiri di rumah sehinga keterlibatan orangtua sangat penting dengan memberikan dukungan sarana dan prasarana yang memadai. Bagi sekolah pengadaan sarana dan prasarana belajar lebih difokuskan pada sarana pembelajaran daring. Membuat kelas-kelas online, mengoptimalkan fitur-fitur pembelajaran dan memberi ruang kreasi murid secara virtual di web sekolah, IG, Facebook, youtube dll. Disamping itu sekolah tetap membuat modul dan lembar kerja manual bagi murid yang memiliki keterbatasan belajar secara jarak jauh. 

Dari project ini tergali banyak sekali potensi murid. Project ini melatih kepemimpinan murid dan ternyata membuahkan hasil adanya penguatan literasi dan numerasi.   Murid jadi terbiasa bercerita untuk menceritakan pengalaman, membaca sumber yang relevan tanpa disuruh, membuat data dalam bentuk Tabel dan grafik serta memiliki kemampuan menganalisis data.  Kemampuan nalar kritis mengalami peningkatan, disamping itu murid jadi terampil berkomunikasi juga mau membuka diri menerima dan memberi masukan untuk perbaikan. 

Disamping project kewirausahaan, di semester pertama SMPN 12 juga mengembangkan project kearifan lokal, Suara Demokrasi dan anti perundungan. Project ini berakhir dengan dilaksanakan Dubel’s Inspiration EXPO 2021. Pada kegiatan ini Sekolah dapat mengembangkan kemampuan kerjasama dengan berbagai stakeholder terkait diantaranya mengundang Ditjen GTK kemendikbud, Kepala-kepala sekolah tetangga, guru dan murid dari sekolah tetangga, orang tua murid, tokoh masyarakat, RT/RW. Lurah, camat, polsek dan Dewan keluarga masjid sekitar. Hal ini menjadi modal politik yang sangat baik bagi perkembangan sekolah. Disamping sebagai upaya mengenalkan budaya baru dalam pembelajaran, juga berpotensi mengembangkan aspek budaya dan agama.

Project kewirausahaan ini mengantarkan anak dapat berkolaborasi dalam kelompok, lintas kelompok, perbedaan agama, suku, budaya untuk mencapai tujuan yang sama. Diakhir project murid diberikan ruang melakukan refleksi tentang potensi kematian tanaman. Konsep hidup dan mati ini tentunya diajarkan pada setiap agama. Murid lebih memahami bahwa tugas manusia hanya berencana dan berikhtiar dengan bekal ilmu yang dimiliki. Selebihnya murid dilatih bertawakal dengan hasil yang didapat. 

Saya melihat banyak sekali aset yang dimiliki sekolah ini dan sangat memungkinkan untuk melakukan percepatan belajar demi mencapai visi pendidikan nasional dengan pelibatan banyak stakeholder dan pembelajaran yang lebih kontekstual dan bermakna berbasis project. Saya optimis dengan pembelajaran seperti ini dan 7 modal aset yang dimiliki, apabil dikelola dengan sungguh-sungguh, sekolah dapat mewujudkan program-program baru dan unik dengan pola pikir berbasis aset.  Perkembangan profil pelajar pancasila pada diri murid akan lebih cepat dan mampu menjawab tantangan dunia pendidikan kita saat ini. 


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s